Membangkitkan LitNum melalui kegiatan Readhaton
SMPN 1 ARGAPURA - 2024-11-20
Rendahnya motivasi peserta didik untuk melakukan literasi dan numerasi di SMP Negeri 1 Argapura merupakan tantangan serius yang perlu segera diatasi. Motivasi yang rendah ini dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran dan pencapaian akademis peserta didik secara keseluruhan. Literasi, yang mencakup kemampuan membaca, menulis, dan memahami teks, serta numerasi, yang meliputi keterampilan matematika, sangat penting dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan di dunia modern. Namun, rendahnya motivasi dapat menyebabkan ketidakberlanjutan dalam belajar, mengurangi minat peserta didik terhadap pembelajaran, dan akhirnya berdampak pada prestasi akademis mereka.
Saya sebagai Koordinator Literasi di SMP Negeri 1 Argapura membuat 5 langkah praktik, yaitu:
Langkah 1: Melibatkan Peserta Didik
menggunakan pendekatan yang berpusat pada peserta didik yang membuat peserta didik aktif berpartisipasi dalam kegiatan LitNum.

Semakin banyak membaca, semakin menumbuhkan kebiasaan membaca
Langkah 2: Melaksanakan Litnum Harian&Mingguan
- Litnum Harian (Hari Selasa, Rabu, kamis dan Sabtu): Mengadakan sesi khusus di hari-hari tertentu di mana semua peserta didik terlibat dalam kegiatan literasi dan numerasi. Misalnya, hari Selasa dan rabu dapat didedikasikan untuk membaca bersama hari kamis untuk latihan matematika, dan sabtu untuk latihan bernyanyi lagu nasional atau daerah.
- Readhaton (Mingguan): Pada hari Jumat Mengadakan acara mingguan yaitu Readhaton, di mana peserta didik diundang untuk membaca bersama atau mengikuti tantangan membaca, dapat meningkatkan motivasi mereka untuk membaca secara teratur.
Langkah 3: Membuat Reading Log
Pembuatan reading log adalah langkah yang baik untuk mendorong refleksi diri. Alur perputaran buku nontext dilakukan dengan cara memajang sebagian buku. Pajang buku sebanyak 70% dan 30% di simpan.
Langkah 4: Melakukan Review Buku dengan Berbagai Metode
Langkah 5: Membuat Pohon GeuLis
Pohon GeuLis adalah alat yang berguna untuk mengeksplorasi berbagai genre bacaan (seperti fiksi, non-fiksi, fantasi, atau biografi).

Kegemaran membaca merupakan gerbang kecintaan terhadap pengetahuan dan hal baru. Raport pendidikan tahun 2022 menunjukkan bahwa kurang dari 50% peserta didik yang telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca. Peserta didik lebih menyukai cerita yang sesuai dengan dunia mereka. karakter yang menarik dan dapat dikenali mempengaruhi daya tarik peserta didik.
Maka dari itu saya sebagai koordinator Literasi SMP Negeri 1 Argapura berkolaborasi dengan Kepala Perpustakaan dan semua guru SMP Negeri 1 Argapura berusaha menyediakan buku yang diminati oleh peserta didik. Saya berharap dengan 5 langkah praktik dapat meningkatnya pemahaman dan konsentrasi peserta didik SMP Negeri 1 Argapurasaat melakukan literasi dan numerasi.
0 Komentar
Bergabunglah dalam diskusiTinggalkan Komentar